Langkahku

November 24, 2007 oleh teddyhariyanto

MalamĀ itu….Sudah jam 9 malam WIB, semua pakaian, obat – obatan dan keperluanku sudah tertata rapi di dalam “polo”. Jaketku sudah tersedia disandaran kursi dan siap menemani perjalananku. Kulihat jam di dinding…”Aduh udah lewat 10 menit”. Perasaan sedih mulai menyelimuti hatiku. Ku pandangi sekitar ruangan, dari sisi kiri, kanan, atas dan kulihat kucing kuning melintas di tangga menuju “istanaku”.Tatapan matanya seolah memerintahkanku untuk menunda menit demi menit. Tig..Tag..Tig..Tug..dentungan jam mewakili hatiku. Hatiku dibasahi oleh air yang berasal dari perasaanku…

Akhirnya kuputuskan mengikuti langkahku. “Ma..Kak dan semua aku pamit dulu ya”. Seisi rumah memandangiku seolah menahan langkah kakiku. Si Bontot sudah berpakaian rapi dan bersamanya kulihat seorang anak yang se-umuran dengannya sudah memegang poloku. Ku ikuti langkah ku menuju gerbang istanaku. Kupastikan secarik kertas di dalam amplop sudah berada di kantongku. Dan sebuah “buku hijau” juga sudah bersembunyi di balik tas kecilku..Di luar kudengar lantunan ayat-ayat Qur’an mengantarkan perjalanan ramadhan bersamaku….